Wednesday, June 3, 2015

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita

Artikel ini saya baca dari 9kontroversi.blogspot.com yang banyak memberikan banyak inspirasi untuk saya. maka dari itu saya ingin mendokumentasikan di blog saya untuk pembelajaran diri saya sendiri dan sahabat-sahabat saya.


Mungkin cerita ini dapat menginspirasi Anda.. Ingatlah.. Kita tidak datang ke dunia untuk mencintai orang yang sempurna


Kisah Cinta Rumah TanggaKehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workoholic.


Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya.

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat
tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu;

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,
karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat
Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak
pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan
aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima

Di surat yang lain ….

…Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha………

Disurat yang kesekian …

…Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya………

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini… …

…Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………

Jelita menatap Meisha, dan bercerita ;

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”

Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Monday, May 4, 2015

KEBOHONGAN DARI BAN ANGKOT

JUJUR TERNYATA LEBIH BAIK

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: “pak, maaf kami telat ikut ujian semester.”
mahasiswa B: “iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkot…nya meletus.”
Mahasiswa C: “iya kami kasihan sama supirnya…. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.”
Mahasiswa D: “oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.”
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda.
“Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus ?
 Sekecil apapun kebohongan yg kita lakukan tetap akan terungkap. Dan sebuah kebohongan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah namun akan menambah masalah. Dan kejujuran itu lebih indah, Setidaknya akan membuat kita lega setelah jujur.

Wednesday, June 4, 2014

Pribadi yang sukses??




Apakah kita sudah menjadi pribadi yang sukses?
Bagaimana kita dapat menjadi pribadi yang sukses?

Pada pertanyaan yang mendasar itu kadang kita bingung harus mengatakan kita adalah pribadi yang sukses atau sebaliknya????, yeah...itu yang mesti kita ketahui. Cara kita mengetahui bahwa kita adalah pribadi yang  sukses yaitu dengan mengukur pada diri kita sendiri...(ehm...maksudnya??? tuing...tuing..). Kita bandingkan saja diri kita dimasa lalu dengan kehidupan kita saat ini. Apapun itu, apapun yang kita telah peroleh dan kita capai sehingga membuat kita merasa puas dan kita menikmatinya kita wajib bersyukur. Dengan bersyukur akan menjadikan pikiran jernih, perasaan teduh dan energi postifpun berdatangan sehingga hiduppun serasa nikmat.Kita bisa ambil contoh, misalnya saja dalam kita berinteraksi dengan orang-orang baru di lingkungan sosial, kerja, dan dilingkungan apapun itu kita akan terhindar dari masalah-masalah karena energi positif yang datang pada kita. Energi-energi possitif itu nantinya akan menimbulkan perilaku-perilaku yang membuat orang-orang itu menyukai kita. Perilaku-perilaku yang pada umumnya disukai oleh orang lain dan dapat meningkatkan kualitas hubungan kita antara lain :

Berpikiran optimis
Bagaimana bisa??
Optimis merupakan bagian penting dari sukses bagi siapa saja, terlebih bagi pemimpin yang diikuti oleh banyak orang. Jika seseorang mencari sesuatu, dengan disertai tekad yang optimis maka prosentase kemungkinan keberhasilan tinggi.  Optimis dapat juga disebut senang, dan sebaliknya pesimis dapat diartikan sebagai sedih. Optimis atau senang merupakan pendorong  seseorang untuk berekspresi dan berperilaku yang menyenangkan, sehingga memudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain.  

Berpikir positif
ehm..??
Yang dimaksud yaitu berpikir positif terhadap orang lain dalam berinteraksi. Dalam berinteraksi, seseorang harus berpersepsi baik atau positif terhadap orang yang sedang dihadapi. Persepsi positif terhadap orang lain tersebut harus dikembangkan agar kita dapat melihat orang lain sebagai orang yang  baik, jujur, inovatif, toleran, mau berkorban, hormat kepada orang lain dan mudah untuk bekerjasama. Dengan berpikiran positif kita akan mudah untuk menaruh simpati, empati dan menghargai orang lain. Pikiran positif tersebut penting oleh karena tercermin dalam ekspresi kita pada waktu kita berkomunikasi, seperti wajah yang ceria, kata-kata dan intonasi vokal yang enak didengar, dan gerakan tubuh yang penuh simpati, sehingga membuat orang lain senang. Namun berpikir positif bukan merupakan hal yang mudah,  oleh karena merubah cara berpikir merupakan suatu proses yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh secara terus menerus. Orang-orang yang  tidak sanggup mempolakan pikirannya menjadi positif, tidak banyak disenangi orang lain, oleh karena dalam benaknya telah dihinggapi pemikiran bahwa orang yang sedang dihadapi adalah orang bodoh, tidak jujur, sombong, tidak kreatif, tidak inovatif, dan pikiran negatif lainnya. Orang-orang yang tidak sanggup mengubah pikirannya biasanya tampak sinis  terhadap orang lain, sehingga tidak disenangi. Ia lebih suka mengkritik dari pada memuji.  Bukankah, setiap orang merasa jengkel jika kita bersifat sinis dan tidak mau mendengarkan jika diberikan saran atau kritik? .Namun bagi orang-orang yang berpikir positif memberikan saran dengan tulus untuk memperbaiki keadaan, dan mereka memberikan saran dengan cara yang elegan, yaitu diwali dengan pujian, disampaikan dalam bentuk saran.

Menghormati orang lain
penting ini...
Dalam pergaulan sering kita bertanya "mengapa anda senang dengan dia?", dan kebanyakan dari mereka menjawab “karena dia menghormati dan memperhatikan saya”.  Dengan demikian menghormati orang lain merupakan bagian penting yang harus dilakukan untuk membina hubungan baik. Untuk mengembangkan daya tarik kita di hadapan orang lain, kita dapat mengamati dan menirukan cara-cara orang-orang sukses dalam memperhatikan orang lain, seperti mempelajari cara berpikir, cara berbicara, cara mengajak, cara menyuruh, cara minta maaf, cara memuji, cara mengkritik, dan cara menolak manakala ia tidak setuju. Untuk memperhatikan diperlukan pemahaman tentang orang tersebut secara keseluruhan, seperti umur, latar belakang pendidikan, hobi, pekerjaan, minat, motivasi, harapan dan sebagainya agar respon kita tepat sasaran dan menyenangkan. Kiat selanjutnya  untuk menghormti orang lain dapat dilakukan dengan memanggil namanya dengan benar, mendengarkan pembicaraannya dengan seksama,  memberikan bantuan saat diperlukan. 

Memberikan senyum
:-) ... 
Siapa yang tak senang jika berhadapan dengan orang yang suka tersenyum??. Tentunya setiap orang senang jika berhadapan dengan orang yang senang tersenyum karena senyum menunjukkan ketertarikan dan perhatian kepada orang lain. Senyum lebih mudah dilakukan dari pada cemberut oleh karena kerja otot lebih ringan (hehehehe..). Dapat dikatakan jika senyum bukan merupakan pekerjaan yang sulit untuk dilakukan, tetapi mengapa tidak semua orang mudah tersenyum? (nah...lho???) Beberapa orang mengatakan alasan mereka  tidak tersenyum disebabkan karena faktor ekonomi yang menghimpit kehidupan seseorang. Alasan ini memang ada benarnya, coba kita ambil contoh orang-orang di negara maju yang pada umumnya lebih mudah untuk tersenyum dari pada orang-orang di negara berkembang. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tersenyum harus menunggu adanya sesuatu sebab, seperti kondisi ekonomi yang baik misalnya? atau mengapa tersenyum harus menunggu hati yang gembira?. Dari kebiasaan berpikir tersebut harus diubah menjadi tersenyum tidak perlu menunggu sesuatu sebab, atau tersenyum jika hati kita sedang gembira. Jadi mulai sekarang tersenyum dapat dimulai sejak bangun pagi setiap hari, dan tidak perlu menunggu suatu sebab, ini harus mulai ditanamkan pada setiap individu  agar mereka sadar bahwa tersenyum  merupakan bagian penting dalam pergaulan sehingga menciptakan iklim lingkungan yang kondusif. o..iya, untuk  tau kualitas senyum kita bisa dilakukan misalnya tersenyum didepan kaca atau menanyakan sejujurnya kepada orang dekat kita, istri/suami,pacar, anak, teman untuk memberikan nilai tentang senyum kita. Dari hasil tersebutkita dapat mengevaluasi kualitas senyum kita lho.., dan disertai dengan niat yang sungguh-sungguh pasti kualitas senyum kita akan semakin lebih baik. Amin…


Sekian oret-oreatn di hari ini..
Jadi untuk menjadi pribadi yang sukses kita hanya perlu menikmati hidup dan bersyukur agar energy positif itu tinggal menetap di dalam diri kita ya… ;-)