Wednesday, June 4, 2014

Pribadi yang sukses??




Apakah kita sudah menjadi pribadi yang sukses?
Bagaimana kita dapat menjadi pribadi yang sukses?

Pada pertanyaan yang mendasar itu kadang kita bingung harus mengatakan kita adalah pribadi yang sukses atau sebaliknya????, yeah...itu yang mesti kita ketahui. Cara kita mengetahui bahwa kita adalah pribadi yang  sukses yaitu dengan mengukur pada diri kita sendiri...(ehm...maksudnya??? tuing...tuing..). Kita bandingkan saja diri kita dimasa lalu dengan kehidupan kita saat ini. Apapun itu, apapun yang kita telah peroleh dan kita capai sehingga membuat kita merasa puas dan kita menikmatinya kita wajib bersyukur. Dengan bersyukur akan menjadikan pikiran jernih, perasaan teduh dan energi postifpun berdatangan sehingga hiduppun serasa nikmat.Kita bisa ambil contoh, misalnya saja dalam kita berinteraksi dengan orang-orang baru di lingkungan sosial, kerja, dan dilingkungan apapun itu kita akan terhindar dari masalah-masalah karena energi positif yang datang pada kita. Energi-energi possitif itu nantinya akan menimbulkan perilaku-perilaku yang membuat orang-orang itu menyukai kita. Perilaku-perilaku yang pada umumnya disukai oleh orang lain dan dapat meningkatkan kualitas hubungan kita antara lain :

Berpikiran optimis
Bagaimana bisa??
Optimis merupakan bagian penting dari sukses bagi siapa saja, terlebih bagi pemimpin yang diikuti oleh banyak orang. Jika seseorang mencari sesuatu, dengan disertai tekad yang optimis maka prosentase kemungkinan keberhasilan tinggi.  Optimis dapat juga disebut senang, dan sebaliknya pesimis dapat diartikan sebagai sedih. Optimis atau senang merupakan pendorong  seseorang untuk berekspresi dan berperilaku yang menyenangkan, sehingga memudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain.  

Berpikir positif
ehm..??
Yang dimaksud yaitu berpikir positif terhadap orang lain dalam berinteraksi. Dalam berinteraksi, seseorang harus berpersepsi baik atau positif terhadap orang yang sedang dihadapi. Persepsi positif terhadap orang lain tersebut harus dikembangkan agar kita dapat melihat orang lain sebagai orang yang  baik, jujur, inovatif, toleran, mau berkorban, hormat kepada orang lain dan mudah untuk bekerjasama. Dengan berpikiran positif kita akan mudah untuk menaruh simpati, empati dan menghargai orang lain. Pikiran positif tersebut penting oleh karena tercermin dalam ekspresi kita pada waktu kita berkomunikasi, seperti wajah yang ceria, kata-kata dan intonasi vokal yang enak didengar, dan gerakan tubuh yang penuh simpati, sehingga membuat orang lain senang. Namun berpikir positif bukan merupakan hal yang mudah,  oleh karena merubah cara berpikir merupakan suatu proses yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh secara terus menerus. Orang-orang yang  tidak sanggup mempolakan pikirannya menjadi positif, tidak banyak disenangi orang lain, oleh karena dalam benaknya telah dihinggapi pemikiran bahwa orang yang sedang dihadapi adalah orang bodoh, tidak jujur, sombong, tidak kreatif, tidak inovatif, dan pikiran negatif lainnya. Orang-orang yang tidak sanggup mengubah pikirannya biasanya tampak sinis  terhadap orang lain, sehingga tidak disenangi. Ia lebih suka mengkritik dari pada memuji.  Bukankah, setiap orang merasa jengkel jika kita bersifat sinis dan tidak mau mendengarkan jika diberikan saran atau kritik? .Namun bagi orang-orang yang berpikir positif memberikan saran dengan tulus untuk memperbaiki keadaan, dan mereka memberikan saran dengan cara yang elegan, yaitu diwali dengan pujian, disampaikan dalam bentuk saran.

Menghormati orang lain
penting ini...
Dalam pergaulan sering kita bertanya "mengapa anda senang dengan dia?", dan kebanyakan dari mereka menjawab “karena dia menghormati dan memperhatikan saya”.  Dengan demikian menghormati orang lain merupakan bagian penting yang harus dilakukan untuk membina hubungan baik. Untuk mengembangkan daya tarik kita di hadapan orang lain, kita dapat mengamati dan menirukan cara-cara orang-orang sukses dalam memperhatikan orang lain, seperti mempelajari cara berpikir, cara berbicara, cara mengajak, cara menyuruh, cara minta maaf, cara memuji, cara mengkritik, dan cara menolak manakala ia tidak setuju. Untuk memperhatikan diperlukan pemahaman tentang orang tersebut secara keseluruhan, seperti umur, latar belakang pendidikan, hobi, pekerjaan, minat, motivasi, harapan dan sebagainya agar respon kita tepat sasaran dan menyenangkan. Kiat selanjutnya  untuk menghormti orang lain dapat dilakukan dengan memanggil namanya dengan benar, mendengarkan pembicaraannya dengan seksama,  memberikan bantuan saat diperlukan. 

Memberikan senyum
:-) ... 
Siapa yang tak senang jika berhadapan dengan orang yang suka tersenyum??. Tentunya setiap orang senang jika berhadapan dengan orang yang senang tersenyum karena senyum menunjukkan ketertarikan dan perhatian kepada orang lain. Senyum lebih mudah dilakukan dari pada cemberut oleh karena kerja otot lebih ringan (hehehehe..). Dapat dikatakan jika senyum bukan merupakan pekerjaan yang sulit untuk dilakukan, tetapi mengapa tidak semua orang mudah tersenyum? (nah...lho???) Beberapa orang mengatakan alasan mereka  tidak tersenyum disebabkan karena faktor ekonomi yang menghimpit kehidupan seseorang. Alasan ini memang ada benarnya, coba kita ambil contoh orang-orang di negara maju yang pada umumnya lebih mudah untuk tersenyum dari pada orang-orang di negara berkembang. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tersenyum harus menunggu adanya sesuatu sebab, seperti kondisi ekonomi yang baik misalnya? atau mengapa tersenyum harus menunggu hati yang gembira?. Dari kebiasaan berpikir tersebut harus diubah menjadi tersenyum tidak perlu menunggu sesuatu sebab, atau tersenyum jika hati kita sedang gembira. Jadi mulai sekarang tersenyum dapat dimulai sejak bangun pagi setiap hari, dan tidak perlu menunggu suatu sebab, ini harus mulai ditanamkan pada setiap individu  agar mereka sadar bahwa tersenyum  merupakan bagian penting dalam pergaulan sehingga menciptakan iklim lingkungan yang kondusif. o..iya, untuk  tau kualitas senyum kita bisa dilakukan misalnya tersenyum didepan kaca atau menanyakan sejujurnya kepada orang dekat kita, istri/suami,pacar, anak, teman untuk memberikan nilai tentang senyum kita. Dari hasil tersebutkita dapat mengevaluasi kualitas senyum kita lho.., dan disertai dengan niat yang sungguh-sungguh pasti kualitas senyum kita akan semakin lebih baik. Amin…


Sekian oret-oreatn di hari ini..
Jadi untuk menjadi pribadi yang sukses kita hanya perlu menikmati hidup dan bersyukur agar energy positif itu tinggal menetap di dalam diri kita ya… ;-)



No comments:

Post a Comment