Apakah kita sudah
menjadi pribadi yang sukses?
Bagaimana kita dapat
menjadi pribadi yang sukses?
Pada pertanyaan yang
mendasar itu kadang kita bingung harus mengatakan kita adalah pribadi yang
sukses atau sebaliknya????, yeah...itu yang mesti kita ketahui. Cara kita
mengetahui bahwa kita adalah pribadi yang sukses yaitu dengan mengukur
pada diri kita sendiri...(ehm...maksudnya??? tuing...tuing..). Kita bandingkan
saja diri kita dimasa lalu dengan kehidupan kita saat ini. Apapun itu, apapun
yang kita telah peroleh dan kita capai sehingga membuat kita merasa puas dan
kita menikmatinya kita wajib bersyukur. Dengan bersyukur akan menjadikan
pikiran jernih, perasaan teduh dan energi postifpun berdatangan sehingga
hiduppun serasa nikmat.Kita bisa ambil contoh, misalnya saja dalam kita
berinteraksi dengan orang-orang baru di lingkungan sosial, kerja, dan
dilingkungan apapun itu kita akan terhindar dari masalah-masalah karena energi positif
yang datang pada kita. Energi-energi possitif itu nantinya akan menimbulkan
perilaku-perilaku yang membuat orang-orang itu menyukai kita. Perilaku-perilaku
yang pada umumnya disukai oleh orang lain dan dapat meningkatkan kualitas
hubungan kita antara lain :
Berpikiran optimis
Bagaimana bisa??
Optimis merupakan
bagian penting dari sukses bagi siapa saja, terlebih bagi pemimpin yang diikuti
oleh banyak orang. Jika seseorang mencari sesuatu, dengan disertai tekad yang
optimis maka prosentase kemungkinan keberhasilan tinggi. Optimis dapat
juga disebut senang, dan sebaliknya pesimis dapat diartikan sebagai sedih.
Optimis atau senang merupakan pendorong seseorang untuk berekspresi dan
berperilaku yang menyenangkan, sehingga memudahkan untuk berinteraksi dengan
orang lain.
Berpikir positif
ehm..??
Yang dimaksud yaitu
berpikir positif terhadap orang lain dalam berinteraksi. Dalam berinteraksi,
seseorang harus berpersepsi baik atau positif terhadap orang yang sedang
dihadapi. Persepsi positif terhadap orang lain tersebut harus dikembangkan agar
kita dapat melihat orang lain sebagai orang yang baik, jujur, inovatif,
toleran, mau berkorban, hormat kepada orang lain dan mudah untuk bekerjasama.
Dengan berpikiran positif kita akan mudah untuk menaruh simpati, empati dan
menghargai orang lain. Pikiran positif tersebut penting oleh karena tercermin
dalam ekspresi kita pada waktu kita berkomunikasi, seperti wajah yang ceria,
kata-kata dan intonasi vokal yang enak didengar, dan gerakan tubuh yang penuh
simpati, sehingga membuat orang lain senang. Namun berpikir positif bukan
merupakan hal yang mudah, oleh karena merubah cara berpikir merupakan
suatu proses yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh secara terus menerus.
Orang-orang yang tidak sanggup mempolakan pikirannya menjadi positif,
tidak banyak disenangi orang lain, oleh karena dalam benaknya telah dihinggapi
pemikiran bahwa orang yang sedang dihadapi adalah orang bodoh, tidak jujur,
sombong, tidak kreatif, tidak inovatif, dan pikiran negatif lainnya. Orang-orang
yang tidak sanggup mengubah pikirannya biasanya tampak sinis terhadap
orang lain, sehingga tidak disenangi. Ia lebih suka mengkritik dari pada
memuji. Bukankah, setiap orang merasa jengkel jika kita bersifat sinis
dan tidak mau mendengarkan jika diberikan saran atau kritik? .Namun bagi
orang-orang yang berpikir positif memberikan saran dengan tulus untuk
memperbaiki keadaan, dan mereka memberikan saran dengan cara yang elegan, yaitu
diwali dengan pujian, disampaikan dalam bentuk saran.
Menghormati orang lain
penting ini...
Dalam pergaulan sering
kita bertanya "mengapa anda senang dengan dia?", dan kebanyakan dari
mereka menjawab “karena dia menghormati dan memperhatikan saya”. Dengan
demikian menghormati orang lain merupakan bagian penting yang harus dilakukan
untuk membina hubungan baik. Untuk mengembangkan daya tarik kita di hadapan
orang lain, kita dapat mengamati dan menirukan cara-cara orang-orang sukses
dalam memperhatikan orang lain, seperti mempelajari cara berpikir, cara
berbicara, cara mengajak, cara menyuruh, cara minta maaf, cara memuji, cara
mengkritik, dan cara menolak manakala ia tidak setuju. Untuk memperhatikan
diperlukan pemahaman tentang orang tersebut secara keseluruhan, seperti umur,
latar belakang pendidikan, hobi, pekerjaan, minat, motivasi, harapan dan
sebagainya agar respon kita tepat sasaran dan menyenangkan. Kiat selanjutnya
untuk menghormti orang lain dapat dilakukan dengan memanggil namanya
dengan benar, mendengarkan pembicaraannya dengan seksama, memberikan
bantuan saat diperlukan.
Memberikan senyum
:-) ...
Siapa yang tak senang
jika berhadapan dengan orang yang suka tersenyum??. Tentunya setiap orang
senang jika berhadapan dengan orang yang senang tersenyum karena senyum
menunjukkan ketertarikan dan perhatian kepada orang lain. Senyum lebih mudah
dilakukan dari pada cemberut oleh karena kerja otot lebih ringan (hehehehe..).
Dapat dikatakan jika senyum bukan merupakan pekerjaan yang sulit untuk
dilakukan, tetapi mengapa tidak semua orang mudah tersenyum? (nah...lho???)
Beberapa orang mengatakan alasan mereka tidak tersenyum disebabkan karena
faktor ekonomi yang menghimpit kehidupan seseorang. Alasan ini memang ada
benarnya, coba kita ambil contoh orang-orang di negara maju yang pada umumnya
lebih mudah untuk tersenyum dari pada orang-orang di negara berkembang. Yang
menjadi pertanyaan adalah mengapa tersenyum harus menunggu adanya sesuatu
sebab, seperti kondisi ekonomi yang baik misalnya? atau mengapa tersenyum harus
menunggu hati yang gembira?. Dari kebiasaan berpikir tersebut harus diubah
menjadi tersenyum tidak perlu menunggu sesuatu sebab, atau tersenyum jika hati
kita sedang gembira. Jadi mulai sekarang tersenyum dapat dimulai sejak bangun
pagi setiap hari, dan tidak perlu menunggu suatu sebab, ini harus mulai
ditanamkan pada setiap individu agar mereka sadar bahwa tersenyum
merupakan bagian penting dalam pergaulan sehingga menciptakan iklim
lingkungan yang kondusif. o..iya, untuk tau kualitas senyum kita bisa
dilakukan misalnya tersenyum didepan kaca atau menanyakan sejujurnya kepada
orang dekat kita, istri/suami,pacar, anak, teman untuk memberikan nilai tentang
senyum kita. Dari hasil tersebutkita dapat mengevaluasi kualitas senyum kita
lho.., dan disertai dengan niat yang sungguh-sungguh pasti kualitas senyum kita
akan semakin lebih baik. Amin…
Sekian oret-oreatn di hari ini..
Sekian oret-oreatn di hari ini..
Jadi untuk menjadi
pribadi yang sukses kita hanya perlu menikmati hidup dan bersyukur agar energy positif
itu tinggal menetap di dalam diri kita ya… ;-)

No comments:
Post a Comment